Judi
Online: Menjaga Anak di Era Digital
Prof. Dr.
H. Abdul Helim, S.Ag., M.Ag., CWC
WA.
081349150759
اَلْحَمْدُ لِلّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
الَّذِي جَعَلَ الْأَوْلَادَ أَمَانَةً فِي أَعْنَاقِ الْوَالِدَيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَالْمَغْرِبَيْنِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَاحِبُ الْقِبْلَتَيْنِ وَالثَّقَلَيْنِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِينَ. فَيَآأيُّهَا النَّاسُ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ.
كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Para alim ulama, asatidz, guru-guru agama, tokoh-tokoh masyarakat,
bapak-bapak, saudara-saudara dan jamaah Jumat yang dirahmati Allah.
Puji syukur kita panjatkan hanya kepada
Allah SWT. Salawat dan salam selalu tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW
beserta pengikut beliau hingga akhir zaman. Marilah kita senantiasa terus
melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya serta berupaya
meninggalkan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Di tengah derasnya arus teknologi
dan kemajuan digital, ada kabar yang sangat memprihatinkan sekaligus mengancam
masa depan bangsa. Pada tanggal 14 Mei 2026 kemarin, viral berita sekitar 200
ribu anak Indonesia telah terpapar judi online. Lebih memilukan lagi, menurut
Menteri Komunikasi dan Digital, sekitar 80 ribu dari jumlah tersebut masih
berusia di bawah 10 tahun. Anak-anak yang seharusnya sedang belajar membaca,
menghafal doa, bermain dengan gembira, dan tumbuh dalam kasih sayang keluarga,
justru telah masuk ke dalam lingkaran perjudian yang merusak akal, mental, dan
masa depan mereka.
Berarti kita mengalami krisis
pengawasan, pendidikan, dan tanggung jawab dalam keluarga. Hari ini banyak
orang tua sibuk, tetapi lalai menjaga rohani, akhlak, dan dunia digital anak-anaknya.
Anak diberikan telepon genggam sejak kecil tanpa pengawasan, tanpa batasan,
bahkan tanpa pendidikan tentang mana yang halal dan mana yang haram. Rasulullah
bersabda:
كُلُّ
مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ
يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan dalam
keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani,
atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksudnya orang tualah yang menentukan
warna kehidupan anak-anak mereka.
Allah SWT juga berfirman pada Q.S. at-Tahrim
ayat 6
يآ
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ...
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu...” Ayat
ini bukan hanya perintah menjaga anak dari kelaparan dan kesusahan dunia,
tetapi juga menjaga mereka dari dosa, maksiat, dan jalan-jalan yang
menghancurkan masa depannya. Judi online adalah salah satu pintu kerusakan yang
sangat berbahaya. Ia tidak hanya merusak ekonomi, tetapi juga menghancurkan
akhlak, mental, dan jiwa anak-anak.
Anak yang kecanduan judi online
akan mengalami kerusakan kejiwaan. Mudah marah, gelisah, emosional, dan
kehilangan kontrol diri. Otaknya terbiasa dengan instan. Sedikit demi sedikit,
anak kehilangan kemampuan bersabar dan bekerja keras. Padahal kehidupan nyata
tidak dibangun dengan keberuntungan, tetapi dengan ilmu, kesungguhan, dan
perjuangan. Dari sisi pendidikan, judi online membuat anak malas belajar.
Konsentrasi rusak, pikirannya selalu tertuju pada permainan dan taruhan. Judi
online justru melahirkan generasi yang rapuh, mudah putus asa, tidak tahan
ujian, dan ingin mendapatkan hasil tanpa proses.
Orang tua sekarang memikul tanggung
jawab yang jauh lebih berat. Jika dahulu orang tua cukup menjaga anak dari
lingkungan sekitar rumah, hari ini orang tua harus menjaga anak dari dunia
digital yang masuk langsung ke kamar-kamar mereka. Orang tua wajib mengetahui
apa yang ditonton anak, permainan apa yang dimainkan, siapa teman pergaulannya
di media sosial, dan bagaimana penggunaan telepon genggamnya.
Jika hari ini kita abai, maka kita
sedang mempertaruhkan masa depan generasi kita sendiri. Lihat yang terjadi saat
ini, 200 ribu anak-anak Indonesia telah terpapar judi online. Namun jika hari
ini kita serius mendidik dan menjaga anak-anak kita, maka insya Allah mereka
akan tumbuh menjadi generasi yang beriman, kuat, cerdas, dan mampu menghadapi
tantangan zaman tanpa kehilangan akhlak dan keimanannya.
Inilah khutbah yang dapat disampaikan. Semoga
kejadian ini menjadi pelajaran dan anak-anak kita tumbuh berkualitas serta kita
menjadi umat yang beruntung. Amin.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ
وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ (المائدة: 90). بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِى
وَإِيَّاكُمْ بِالْآيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ
إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ
لِيْ وَلَكُمْ وَلِسآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلى اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ
لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَ
بَعْدَهُ. أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَآأَيُّهَاالنَّاسُ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالى: فَاتَّقُوْا
اللهَ مَااسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا وَأَنْفِقُوْا خَيْرًا
لِأَنْفُسِكُمْ. وَقَالَ أَيْضًا: إِنَّ
اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يَآيُّهَا الَّذِيْنَ
أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأَوَّاهِ، وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ
وَمَنْ وَالاَهُ، وَارْضَ الّلهُمَّ عَنْ أَصْحَابِهِ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرُ
وَعُثْمَانُ وَعلَيِّ وَعَلى سَآئِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ
التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. آمين آمين آمين يَارَبَّ
الْعَالَمِيْنَ. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، أَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. أَللّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ
الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. رَبَّنَا آتِنَافِى الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ
اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاسْئَلُوْهُ مِنْ
فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر.

