Khutbah Idul Fitri Tahun 2026.
Taqwa:
Iman yang Mendewasakan, Menyejukkan Dunia, dan
Membela
Kemanusiaan
Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Helim, S.Ag, M.Ag, CWC
Ketua ISNU Kalimantan Tengah
HP/WA 0813 4915 0759
الله
ُأَكْبَرُ (x9) لَاإِلهَ إِلاَّاللهُ وَاالله ُأَكْبَرُ،
الله ُأَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الله
ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلاً، لآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاه مُخْلِصِيْنَ
لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ،
صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ
وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ
اْلحَمْد. اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَه
عَلى تَوْفِيْقِهِ وَإِمْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مًحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. فَيَآعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ كَمَا
قاَل اللهُ تَعَالىَ : يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Idul Fitri yang
dirahmati Allah. Syukur kita hanya kepada Allah. Salawat dan
salam selalu kepada Nabi Muhammad SAW. Marilah kita senantiasa melaksanakan apa
yang menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya serta berupaya meninggalkan yang
dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Setelah
satu bulan penuh kita berpuasa, tentu banyak pelajaran yang diperoleh karena
Ramadhan mengajarkan banyak hal. Maksimal atau tidaknya kita menyerap Ramadhan
sebagai wadah belajar sepertinya tergantung pada diri masing-masing.
Pelajaran-pelajaran yang diperoleh dari bulan Ramadhan ini harapannya menjadikan
nilai ketaqwaan kita di tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan kualitas
diri kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Coba kita perhatikan salah
satu firman Allah Q.S. Ali Imran ayat 110
كُنْتُمْ
خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ...
“Kamu
(umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…”
Dalam
firman ini, dapat kita pahami salah satu ciri orang bertaqwa adalah menjadi umat
yang terbaik atau berkualitas. Salah satu fungsinya menebarkan rahmat di
lingkungan bahkan di masyarakat yang lebih luas. Misalnya di tengah keluarga
dan pergaulan lainnya, kita mesti lebih dewasa, tidak gampang reaksioner atau
tidak langsung ngegas, bahkan kita bisa berdamai dengan diri sendiri, kita
dapat mengontrol diri, tidak gampang tersinggung, tidak gampang marah, tidak
gampang menyimpulkan sesuatu yang belum kita ketahui secara pasti yang akhirnya
merugikan diri kita sendiri. Termasuk juga semaksimal mungkin agar ucapan atau
perbuatan kita dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi keluarga serta orang lain.
Selanjutnya
kita perhatikan Q.S. al-Furqan ayat 63:
وَعِبَادُ
الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا... ٦٣
Hamba-hamba
Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah
hati...”
Dalam
firman ini dapat kita pahami ciri orang bertaqwa lainnya adalah lebih peka,
lebih simpati daripada empati, lebih bisa menghargai, lebih bisa menghormati orang
lain dan lebih bisa membawa diri di mana pun berada, termasuk lebih bisa
menggunakan bahasa yang pantas untuk diucapkan sehingga menimbulkan rasa nyaman
di tengah-tengah kehidupan. Kenapa demikian?, karena dengan sikap-sikap
demikian kita pun menjadi sumber perdamaian bagi sesama. Salah satunya menghindari
dari kejahatan lidah dan tangan kita sendiri, karena jika tidak dijaga maka dapat
menyebabkan kerusakan sosial, menyakiti orang lain, mendatangkan dosa dan
berpengaruh buruk pada negara.
Coba
kita perhatikan kehidupan sosial saat ini. Banyak orang yang suka caci maki
atau meremehkan orang baik secara langsung atau pun melalui media sosial. Ada
juga bangga berbuat kekerasan, bahkan dilakukan di depan kamera yang kemudian
menjadi viral. Lucunya, caci maki dan kekerasan ini ada juga dilakukan oleh ahli
agama. Ketika ia ceramah hampir tidak ada ilmu yang disampaikannya kecuali caci
maki atau melebihkan dirinya dari orang lain bahkan melebihkan nasabnya dari
orang lain. Sikap seperti ini bukan sikap seorang mukmin yang bertaqwa.
Selanjutnya
kita perhatikan hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini:
مَثَلُ
الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ
الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ
الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى (رواه البخاري والمسلم)
Hadis
ini maksudnya bahwa orang-orang mukmin itu seperti satu tubuh. Jika satu bagian
tubuh ada yang sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit. Dari hadis ini
dapat kita pahami bahwa ciri orang
bertaqwa adalah empati kepada sesama mukmin dan sesama manusia, peduli terhadap
persoalan yang mereka hadapi, dan peka terhadap persoalan umat mukmin dan
muslim lainnya. Empati, peduli dan peka ini tidak dibatasi oleh daerah, negara
atau ideologi, tetapi sepanjang mereka adalah orang yang beriman kepada Allah dan
Rasulullah serta rukun Iman dan Islam lainnya maka sikap empati, peduli dan
peka tetap dijalankan.
Presiden
Turki beberapa waktu kemarin juga menyampaikan hal yang demikian. Recep Tayyip Erdogan mengajak umat muslim di dunia agar bersatu padu dan ikut membela umat
mulim lainnya tanpa memandang perbedaan ideologi baik ia sebagai Sunni atau pun
Syi'i. Selama mereka beriman, maka kita adalah satu. Ajakan Presiden Turki ini
tampaknya sangat relevan dengan yang disampaikan dalam khutbah ini bahwa orang-orang
mukmin dalah satu tubuh.
الله أكبر3x ولله الحمد
Itulah beberapa ciri orang yang bertaqwa dan masih banyak lagi
ciri-ciri tersebut yang tidak sempat disampaikan dalam khutbah ini. Kesimpulannya
marilah kita memperbaiki diri baik terkait zhahir kita atau batin kita, baik
terkait perilaku kita, pikiran kita atau hati kita. Semoga kita menjadi umat
yang beruntung.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. اِنَّمَا السَّبِيْلُ
عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَيَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ (الشورى: 43).
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بأِلآيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى
وَمِنْكُمْ إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا
وَأَسْتَغْفِرُاللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ
اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاسْئَلُوْهُ مِنْ
فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر.

