Idul Fitri: Tebar Kedamaian

 Idul Fitri: Tebar Kedamaian

Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Helim, S.Ag, M.Ag, CWC

HP/WA 0813 4915 0759

 

الله ُأَكْبَرُ (x9) لَاإِلهَ إِلاَّاللهُ وَاالله ُأَكْبَرُ، الله ُأَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لآإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاه مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْد. اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَه عَلى تَوْفِيْقِهِ وَإِمْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مًحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ. فَيَآعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ كَمَا قاَل اللهُ تَعَالىَ : يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta pengikut beliau hingga akhir zaman. Marilah kita senantiasa terus melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya serta berupaya meninggalkan yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Setelah satu bulan penuh kita berpuasa, tentu banyak pelajaran yang diperoleh karena Ramadhan mengajarkan banyak hal. Maksimal atau tidaknya seseorang menyerap Ramadhan sebagai wadah belajar sepertinya tergantung pada diri masing-masing. Pelajaran-pelajaran yang diperoleh dari bulan Ramadhan ini harapannya menjadikan nilai ketaqwaan kita di tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan kualitas diri kita lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Coba kita perhatikan salah satu firman Allah Q.S. Ali Imran ayat 110

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ...

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…”

Dalam firman ini, Allah menyatakan bahwa kita ini adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia di dunia ini. Oleh karena itu mari kita buktikan bahwa kita ini memang umat yang berkualitas dan dapat diandalkan serta menjadi umat yang menebarkan rahmat di lingkungan kita bahkan di masyarakat yang lebih luas. Misalnya di tengah keluarga dan pergaulan lainnya, kita mesti lebih dewasa, tidak gampangan reaksioner atau tidak langsung ngegas, bahkan kita bisa berdamai dengan diri sendiri, dapat mengontrol diri, tidak gampang tersinggung, tidak gampang marah, tidak gampang menyimpulkan sesuatu yang belum kita ketahui secara pasti yang akhirnya merugikan diri kita sendiri. Termasuk juga semaksimal mungkin agar ucapan atau perbuatan kita dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi keluarga dan orang yang lain. Itulah di antara beberapa ciri umat yang terbaik.

Selain itu sebagaimana pada Q.S. al-Furqan ayat 63 Allah berfirman:

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ٦٣

Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.”

Ayat di atas juga mengajarkan kita dalam kehidupan sosial, sebagaimana Ramadhan juga mengajarkan berbagai kebaikan bahwa mestinya kita hidup bisa lebih peka, lebih banyak simpati daripada empati, lebih bisa menghargai dan lebih bisa menghormati orang lain serta lebih bisa menggunakan bahasa yang pantas untuk diucapkan sehingga menimbulkan rasa nyaman di tengah-tengah masyarakat, termasuk juga lebih bisa membawa diri di mana pun berada sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam hal ini, sejak 14 abad silam Rasulullah SAW pernah berkata:

المُسْلِمُ مَن سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِن لِسانِهِ ويَدِهِ (رواه البخاري)

“Seorang muslim itu adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya” .

Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim sejati adalah orang yang menjadi sumber perdamaian bagi sesama manusia. Salah satunya adalah menghindari dari kejahatan lidah dan tangannya sendiri. Menghindari kejahatan lidah dan tangan sangat penting karena keduanya dapat menyebabkan kerusakan sosial, menyakiti orang lain, mendatangkan dosa dan berpengaruh buruk pada negara.

Coba kita perhatikan kehidupan sosial saat ini. Banyak kita lihat orang suka caci maki, baik secara langsung atau pun melalui media sosial. Selain itu ada juga bangga berbuat kekerasan, bahkan dilakukan di depan kamera yang kemudian menjadi viral. Lucunya, caci maki dan kekerasan ini juga dilakukan oleh ahli agama yang disampaikannya di saat ia berceramah, hampir tidak ada ilmu yang disampaikannya kecuali caci maki atau melebihkan dirinya dari orang lain bahkan melebihkan nasabnya dari orang lain.

Sikap seperti ini bukan sikap seorang muslim, bahkan orang yang seperti ini sepertinya tidak mendapatkan pelajaran apa-apa dari Ramadhan yang telah dilakukan. Orang yang seperti ini berpotensi masuk dalam kategori ekstremis dan radikalis yang cenderung membahayakan jika dibiarkan.

الله أكبر3x ولله الحمد

Inilah khutbah yang dapat disampaikan. Kesimpulannya marilah kita kita renungi Hadis Nabi berikut ini: 

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ (روn baik perbuatannya”.

Jamaah sekalian. Semoga kita menjadi umat yang beruntung.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَيَبْغُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ (الشورى: 43). بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بأِلآيَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

 

اَللهُ أَكْبَرُ 7x لآَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ عَلى اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَ بَعْدَهُ. أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَآأَيُّهَاالنَّاسُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالى: فَاتَّقُوْا اللهَ مَااسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا وَأَنْفِقُوْا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ.  وَقَالَ أَيْضًا: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يَآيُّهَا الَّذِيْنَ أمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ النَّبِيِّ اْلأَوَّاهِ، وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، وَارْضَ الّلهُمَّ عَنْ أَصْحَابِهِ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعلَيِّ وَعَلى سَآئِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. آمين آمين آمين يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. أَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، أَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ. أَللّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. رَبَّنَا آتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ  النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ ، وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر.
Tag:
Postingan Terbaru
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
  • Idul Fitri: Tebar Kedamaian
Posting Komentar