Select a Language

Search On Blog

Tanya Jawab : Pentingnya Penggunaan Metode dalam Pembelajaran

Ditulis Oleh : Abdul Helim Dipublikasikan : Minggu, 05 Agustus 2012 Kategori :
Pentingnya sebuah Metode

Tanya Jawab : Pentingnya Penggunaan Metode dalam Pembelajaran. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa sebagaimana yang telah dirumuskan dan ditetapkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, maka penting sekali untuk membina dan mengembangkan profesional guru.[1] Hal ini merupakan suatu kemestian karena persoalan pendidikan yang di dalamnya guru bertugas untuk mengajar dan mendidik adalah kehidupan atau dunia guru.[2]

Oleh karena itu, sebagai guru ia mesti dapat menjalankan peranannya dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial[3] dan berkualitas serta menjadikannya sebagai calon manusia dewasa yang bermutu, memiliki keterampilan juga keahlian sehingga dapat dipergunakannya ketika beranjak dewasa.[4] Dengan demikian tidak pula berlebihan apabila guru dikatakan sebagai cermin atau gambaran bagi siswa-siswa khususnya berkaitan dengan penguasaan mereka terhadap ilmu pengetahuan yang diberikan guru. Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi guru kecuali meningkatkan profesionalitas kerjanya dalam mengajar.


Salah satu bentuk atau wujud profesionalnya guru dalam mengajar adalah ditandai dengan kepiawaian guru tersebut memilih dan menggunakan metode mengajar yang tepat untuk diaplikasikan pada materi ajar yang sesuai dengan materi tersebut dan menggunakan metode yang lain untuk menyampaikan materi yang sesuai dengan pula dengan materi itu.[5] Jelasnya dan khususnya terkait dengan metode bahwa guru yang profesional adalah guru yang mampu menerapkan metode secara bervariasi pada materi ajar yang disampaikannya.

Metode mengajar itu sendiri adalah suatu cara yang digunakan guru untuk mengadakan hubungan dengan siswa ketika penyampaian bahan ajar.[6] Dikatakan dalam bahasa lain bahwa metode mengajar itu adalah alat bantu atau cara yang digunakan guru untuk menyampaikan pelajaran.
Pentingnya guru menggunakan metode mengajar ketika menyampaikan bahan ajar, karena kedudukan metode mengajar adalah salah satu upaya agar tercapainya tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, [7] dan termasuk pula sebagai upaya menggairahkan suasana belajar siswa. Selain itu, metode mengajar juga salah satu komponen yang dapat menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.[8]
 
Diakui, tidak mudah untuk menyatakan bahwa ada metode yang paling baik, paling efektif, paling benar atau paling sesuai untuk digunakan saat mengajar. Bagi seorang guru ada yang menganggap suatu metode tertentu adalah yang paling baik, namun sangat memungkinkan bagi guru yang lain metode tersebut tidak efektif atau tidak tepat.

Begitu juga kegagalan menggunakan metode tertentu bagi seorang guru, bisa jadi merupakan keberhasilan bagi guru yang lain.[9] Untuk menjawab persoalan ini, sepertinya bukan metodenya yang keliru, namun sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi penggunaan metode tersebut yaitu, bisa disebabkan tujuan pembelajaran dan materi ajar yang berbeda, perbedaan situasi dan kondisi di mana pembelajaran itu berlangsung atau bisa jadi disebabkan perbedaan pribadi dan kemampuan guru itu sendiri. [10]

Solusi yang dapat diberikan ketika melakukan pemilihan dan penentuan metode mengajar ini sebenarnya terletak pada guru itu sendiri. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa guru mesti memiliki kepiawaian memilih metode yang tepat yang tentunya guru menguasai berbagai metode. Dipastikan pula dalam hal ini ketika menggunakan metode guru juga mesti dapat menyesuaikanya dengan situasi dan kondisi  di kelas.

Terkait dengan arti pentingnya metode di atas, tampaknya dapat dikatakan bahwa tidak ada satu pun kegiatan belajar mengajar yang tidak menggunakan metode.[11] Oleh karena itu hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa penggunaan metode dalam pembelajaran merupakan satu keharusan.

Salah satu di antara metode yang difokuskan dalam tulisan ini adalah metode tanya jawab. Metode tanya jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung secara dua arah (two way traffic) antara guru dengan siswa.[12]  Dalam hal ini, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban atau siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan guru memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.[13] 

Tujuan menggunakan metode tanya jawab ini tidak lain agar suasana kelas menjadi hidup karena siswa dibawa ke arah berpikir secara aktif. Selain itu siswa pun terlatih untuk berani mengemukakan pertanyaan atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh guru. Bahkan dengan adanya metode tanya jawab ini sebenarnya juga bertujuan untuk mengaktifkan retensio atau ingatan siswa terhadap pelajaran yang telah lalu. [14] Oleh karena itu apabila dilihat dari segi fungsinya, metode tanya jawab tepat digunakan untuk mengulang pelajaran yang telah lalu, selingan dalam menjelaskan pelajaran, merangsang siswa agar lebih perhatian dan terpusat pada masalah yang sedang dijelaskan. [15]

Pengertian Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab diartikan sebagai metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung secara dua arah (two way traffic) antara guru dengan siswa.[16]  Dalam hal ini, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban[17] atau siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan guru memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.[18] 

Dari beberapa referensi sepertinya memberikan definisi yang tampak sama dengan yang dikemukakan di atas. Intinya metode tanya jawab ini adanya interaksi aktif antara guru dengan siswa atau terciptanya hubungan yang saling timbalik antara guru dengan siswa. [19]

Berdasarkan beberapa pengertian tentang metode tanya jawab di atas, di sini dapat dikatakan bahwa metode tersebut merupakan metode yang ikut serta dapat meningkatkan keberhasilan dan kegairahan siswa mengikuti pembelajaran yang diberikan. Setidaknya dari indikasi yang dapat ditangkap bahwa melalui metode ini adanya komunikasi aktif antara guru dengan siswa sehingga siswa dapat memanfaatkan moment ini untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan secara khusus peningkatan penguasaannya terhadap materi yang diajarkan. Begitu pula sebaliknya bahwa guru pun dapat memanfaatkan situasi ini untuk memberikan pemahaman yang maksimal kepada siswa, sehingga siswa pun dapat menyerap dengan maksimal materi ajar yang disampaikan.

Dengan demikian, tampaknya dapat pula dikatakan bahwa melalui metode ini ada dua keuntungan yang diperoleh. Guru yang menyampaikan materi ajar dipandang berhasil menjadi guru profesional dan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah direncanakan serta energi pun tidak terkuras secara berlebihan atau sia-sia dengan kurangnya perhatian dan penguasaan siswa yang diajar. Keuntungan lainnya bahwa para siswa pun dapat memahami materi yang disampaikan guru dengan cepat dan bahkan dalam memori siswa pun informasi atau hasil tanya jawab itu dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama.

Kelebihan Metode Tanya Jawab

Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan menggunakan metode tanya jawab, yaitu :
  • Memberi   kesempatan   kepada   siswa-siswanya untuk dapat   menerima penjelasan lebih lanjut;
  • Guru dapat dengan segera mengetahui kemajuan siswanya dari materi ajar yang telah diberikan;
  • Pertanyaan-pertanyaan   yang   sulit   dan   agak   baik   dari   siswa dapat
    mendorong guru untuk memahami lebih mendalam dan mencari sumber-sumber lebih lanjut.
  • Teknik yang efektif memiliki nilai positif dalam melatih siswa agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
  • Mendorong murid lebih aktif dan bersungguh-sungguh, dalam arti siswa yang biasanya segan mencurahkan perhatian akan lebih berhati-hati dan aktif mengikuti pelajaran.
  • Suasana kelas menjadi hidup dengan adanya keaktifan masing-masing siswa mengemukakan pendapat, memberikan pertanyaan atau memberikan jawaban;
  • Adanya perbedaan pendapat di antara siswa akan membawa kelas pada situasi diskusi. [20]
Berdasarkan beberapa rumusan di atas, di sini dapat disimpulkan bahwa kelebihan metode tanya jawab itu adalah siswa dapat menerima penjelasan lebih mendalam dan guru dapat mengetahui penguasaan siswa. Selain itu para siswa pun terlatih untuk mengemukakan pendapat yang akhirnya juga mendorong siswa untuk mengikuti pelajaran dengan serius sehingga suasana kelas pun hidup dengan dimungkinkan adanya perbedaan pendapat di antara siswa.    

Kekurangan Metode Tanya Jawab

Setiap sesuatu yang masih termasuk sebagai makhluk diyakini dan dipastikan adanya kelemahan atau kekurangan. Termasuk pula metode tanya jawab. Kendati metode ini diajarkan langsung oleh Nabi melalui interpretasinya terhadap Alquran, namun selama hal tersebut termasuk makhluk, ia pun memiliki kelemahan. Beberapa kelemahan tersebut adalah sebagai berikut :
  • Pemakaian   waktu   lebih   banyak jika   dibandingkan   dengan   metode ceramah. Jalan pelajaran lebih lambat dari metode ceramah, sehingga kadang-kadang menyebabkan bahan pelajaran tak dapat dilaksanakan menurut yang ditetapkan.
  • Adanya kemungkinan terjadi perbedaan pendapat antara guru dan siswa. Hal ini terjadi karena pengalaman siswa berbeda dengan guru.
  • Kadang terjadi  penyimpangan  masalah  dari  pokok bahasan.  Karena adanya miss interpretasi antara yang mengajukan pertanyaan (guru) dan yang menjawab pertanyaan (siswa).
  • Waktu yang tersedia seringkali tidak mencukupi untuk suatu proses tanya jawab secara relatif utuh dan sempurna sesuai rencana.
  • Kurang dapat secara cepat merangkum bahan-bahan pelajaran.
  • Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa, terutama apabila terdapat jawaban yang kebetulan menarik perhatiannya, padahal bukan sasaran yang dituju.[21]
Berdasarkan beberapa rumusan di atas, di sini dapat disimpulkan bahwa kekurangan metode tanya jawab adalah waktu yang tersedia sering tidak mencukupi dan terkadang persoalan pun cenderung melebar terlebih apabila terjadinya perbedaan pendapat di antara siswa yang akhirnya tidak dapat secara cepat merangkum hasil tanya jawab tersebut.

Kedudukan dan Dasar Metode Tanya Jawab

Satu hal yang penting pula dikemukakan di sini bahwa keberadaan metode tanya jawab adalah sebagai salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode lainnya seperti metode ceramah. Artinya dengan menggunakan metode tanya jawab guru dapat memperoleh gambaran sejauh mana murid dapat memahami dan dapat mengungkapkan apa yang telah diajarkan melalui metode ceramah.

Selain itu, melalui metode ceramah biasanya siswa kurang mencurahkan perhatiannya terhadap materi ajar yang disampaikan. Hal ini berbeda apabila materi ajar menggunakan metode tanya jawab, tentunya para siswa akan berhati-hati, sebab sewaktu-waktu mereka juga mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya atau membuat pertanyaan untuk bertanya. Dengan demikian, tampaknya dapat dikatakan bahwa kedudukan metode tanya jawab tampak penting bahkan salah satu di antara metode yang dapat menentukan keberhasilan belajar.
Terkait dengan dasar hukum metode tanya jawab, dalam sejarah perkembangan Islam metode tanya jawab telah dikenalkan 15 abad silam. Bahkan dalam metode tanya jawab sering dipakai oleh para Nabi dan Rasul Allah dalam mengajarkan ajaran yang dibawa kepada umatnya. Hal ini dapat dilihat dari seringnya terjadi dialog interaktif antara Nabi Muhammad dengan masyarakat yang bertanya tentang Islam.[22]

Selain itu, Alquran juga mengajarkan metode tanya jawab ini. Hal ini terlihat dalam firman-Nya dalam Q.S. an-Nahl [16: 43] sebagai berikut :

…maka bertanyalah kamu kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. [23]

Dengan demikian jelaslah bahwa metode tanya jawab adalah metode yang paling tua di samping metode ceramah dan metode-metode yang lainnya. Tentunya, apabila hal ini telah dikenalkan sejak lama, maka metode tanya jawab bukan merupakan hal yang asing lagi bagi guru. Bahkan mestinya metode tanya jawab ini sudah akrab dalam kehidupan guru ketika menyampaikan materi ajar. Terlebih metode tanya jawab telah memiliki dasar yang kuat dari Hadis melalui praktik yang dilakukan Nabi atau pun dari Alquran sebagai sumber hukum yang pertama bagi uamt Islam, tentunya tidak ada keraguan lagi besarnya manfaat metode tanya jawab. Beberapa manfaat sebagaimana yang dimaksud dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini.

Tujuan Penerapan Metode Tanya Jawab dalam Pembelajaran

Dalam proses belajar-mengajar, metode tanya jawab memegang peranan penting di antara metode yang lainnya. Bahkan melalui metode ini para guru dan siswa mendapatkan manfaat yang sangat besar khususnya dalam peningkatan keberhasilan belajar mengajar. Dengan mempertimbangkan besarnya manfaat tersebut, maka tujuan penggunaan metode tanya jawab adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa atau evaluasi terhadap materi ajar yang disampaikan;
  • Meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa ata agar perhatiannya lebih terarah pada masalah yang dibicarakan;
  • Meningkatkan partisipasi murid dalam kegiatan belajar mengajar;
  • Mengembangkan pola berpikir dan belajar aktif murid;
  • Menentukan perhatian murid terhadap masalah yang akan dibahas;
  • Menuntun proses berpikir siswa, sebab pertanyaan yang diberikan dapat membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik. [24]

Tahapan pelaksanaan Metode Tanya Jawab

Pada dasarnya tahapan-tahapan pelaksanaan metode tanya jawab dapat menyesuaikan situasi dan kondisi di kelas dan bukan kaku dengan format-format tertentu. Kendati demikian sebagai metode mengajar pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru mesti pula disusun sedemikian rupa sehingga pertanyaan yang satu mempunyai hubungan dengan pertanyaan yang lain. Untuk itu perlulah pertanyaan-pertanyaan disusun sekitar satuan pelajaran atau lebih spesifik dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Dengan menggunakan metode tanya jawab ini, guru mengharapkan dari siswa-siswa jawaban yang tepat berdasarkan fakta yang ada dalam materi ajar. Oleh karena itu dalam penggunaan metode tanya jawab, pertanyaan ada kalanya datang dari pihak siswa, dan guru memberikan jawaban atau adakalanya datang dari guru dan siswa yang memberikan jawaban. Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan yang datang dari guru, maka apabila para siswa tidak dapat memberikan jawaban yang tepat, barulah guru memberikan jawabannya.

Adapun teknik yang digunakan untuk mengajukan pertanyaan dalam metode tanya jawab ini dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Pertanyaan mula-mula diajukan kepada semua siswa dan baru kemudian ditanyakan kepada anak didik tertentu;
  • Berikan waktu untuk berfikir dan menyusun jawaban;
  • Pertanyaan diajukan bergilir, jangan berdasarkan urutan bangku atau urutan daftar yang telah disusun (daftar hadir).[25]
Dalam referensi lain disebutkan pula beberapa teknik yang dilakukan ketika menggunakan metode tanya jawab dalam menyamapaikan materi ajar. Beberapa teknik tersebut adalah sebagai berikut : [26]

  • Pertanyaan hendaknya dirumuskan dengan jelas, tegas, dan terbatas, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan pada siswa. Pertanyaan   dalam   kalimat panjang sering membuat siswa lupa akan ujung pangkalnya.
  • Pertanyaan hendaknya diajukan pada kelas sebelum menunjuk siswa untuk menjawabnya. Umpamanya "Sebutkan  kelompok-kelompok   orang   yang  berhak menerima zakat! Silahkan, Raji!." Bukan seperti pertanyaan berikut ini "Raji, sebutkan kelompok-kelompok orang yang berhak menerima zakat!." Dengan pola pertanyaan terakhir ini, maka Haris, Faiz, dan siswa-siswa lain yang ada di dalam kelas itu tidak akan menaruh perhatian. Beberapa siswa yang acuh tak acuh, saat nama mereka dipanggil, mungkin akan meminta agar pertanyaan diulang:
  • Memberi kesempatan yang cukup kepada siswa untuk memikirkan jawaban.
  • Guru hendaknya menghargai jawaban atau pun pertanyaan siswa. Jika jawaban siswa salah, maka demi prinsip "tahu hasil," guru hendaknya memberitahukan kesalahan itu dan menunjukkan yang benar. Pemberitahuan itu hendaknya disampaikan dengan bijaksana guna mendorong mereka berani menjawab pertanyaan atau mengemukakan pendapat;
  • Distribusi pertanyaan hendaknya merata agar semua siswa merasa diperhatikan oleh guru dan tidak ada yang merasa dianaktirikan karena tidak pernah diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan;
  • Membuat ringkasan hasil tanya jawab sehingga memperoleh pengetahuan secara sistematik.

Itulah beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menggunakan metode tanya jawab. Dengan menggunakan metode ini beserta teknik-teknik penggunaannya secara tepat, maka sebenarnya dapat menarik minat dan partisipasi siswa mencurahkan perhatiannya pada materi yang diajarkan sehingga guru pun dapat mengetahui sejauhmana penguasaan siswa terhadap materi tersebut.

Ketidaktepatan Menggunakan Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab ini tidak selamanya dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Hal ini disebabkan adanya beberapa hal yang kurang layak untuk dibicarakan melalui metode tanya jawab ini, di antaranya sebagai berikut :

Menilai taraf kemampuan siswa berkaitan dengan penguasaan mereka terhadap pelajaran. Metode tanya jawab hanya dapat memberikan gambaran secara kasar saja dan hanya bisa untuk mengingatkan kembali apa yang dipelajarinya atau menghubungkannya dengan pelajaran itu;
Persoalannya sangat komplek sedangkan jawabannya dibatasi oleh guru. Apabila pertanyaan yang diajukan oleh guru banyak menimbulkan jawaban, maka janganlah jawabannya dibatasi, tetapi berilah kesempatan untuk menjawab seluas-luasnya atau kalau perlu laksanakan dengan menggunakan metode diskusi;
Pertanyaan yang diajukan hendaknya tidak terbatas pada jawaban "ya" atau "tidak" semua, tetapi hendaknya jawabannya dapat mendorong pemikiran siswa untuk memikirkan jawaban yagn tepat;
Memberikan giliran hanya kepada siswa-siwa tertentu saja. Hendaknya pertanyaan harus diajukan kepada seluruh siswa, jangan hanya kepada siswa-siswa tertentu saja. Begitu juga dalam menjawabnya harus kepada seluruh siswa diberikan kesempatan, jangan hanya yang pandai-pandai saja. Bahkan siswa yang pendiam dan pemalulah yang lebih banyak didorong untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut agar ia dapat membiasakan diri.[27]

Berdasarkan beberapa rumusan di atas, kini dapat disimpulkan bahwa tidak semua hal dapat menggunakan metode tanya jawab, misalnya untuk mengukur kemampuan siswa atau hanya memberikan kesempatan kepada siswa-siswa tertentu, sementara siswa yang lainnya tidak diberikan kesempatan. Selain itu metode tanya jawab juga tidak tepat digunakan apabila guru membatasi jawaban dengan kata "ya" atau "tidak" namun demikian, metode tanya jawab merupakan salah satu metode pembelajaran yang banyak memberikan kontribusi dan salah satu metode yang penting pula digunakan, dengan catatan sesuai tahapan-tahapan penggunaan metode tanya jawab seperti yang telah disebutkan di atas.

Ditulis oleh Abdul Helim.

Catatan : Artikel ini merupakan penggalan dari keseluruhan tulisan Abdul Helim tentang penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran.



[1]Burhanuddin Tola dan Ramli Zakaria, Standar Supervisi & Evaluasi Pendidikan : Supervisi Akademi & Evaluasi Program, Jakarta: Departemen Agama RI Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, 2003, h. 18 
[2]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2000, h. 1.
[3]Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar : Pedoman bagi Guru dan Calon Guru, Jakarta: Rajawali Press, 1990, h. 123.
[4]Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002, h. 6.
[5]Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2001, h. h. 107.
[6]Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, 2002, h. 88.
[7]Ahmad Sabri, Strategi Belajar Mengajar: Micro Teaching, Jakarta: Quantum Teaching, 2005, h. 52.
[8]Syaiful Bahri Djamarah, dkk., Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 2002, h. 82-83.
[9]Ramayulis, Metodologi Pengajaran, h. 109.
[10]Zuhairini, dkk., Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Surabaya: Usaha Nasional, 1983, h. 80-81.
[11]Syaiful Bahri Djamarah, dkk., Strategi Belajar, h. 83.
[12]Ahmad Sabri, Strategi Belajar, h. 55.
[13]Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers, 2002, h. 43.
[14]Ibid., h. 43-44.
[15]Ibid., h. 43.
[16]Ahmad Sabri, Strategi Belajar, h. 55.
[17]Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan, h. 107.
[18]Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran, h. 43.
[19]Ahmad Sabri, Strategi Belajar, h. 55.
[20]Ramayulis, Metodologi Pengajaran, h. 143. Lihat pula Zuhairini, dkk., Metodik Khusus, h. 87.
[21]Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran, h. 44. Lihat juga dalam Ramayulis, Metodologi Pengajaran, h. 143-144. Begitu juga Zuhairini, dkk., Metodik Khusus, h. 87-88.
[22]Ramayulis, Metodologi Pengajaran, h. 139. Lihat juga dalam Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Pers, 2002, h. 141.
[23]Departemen Agama RI, Alquran dan Terjemahnya, Jakarta: Nala Indah, 2006, h. 370.  
[24]Zuhairini, dkk., Metodik Khusus, h. 87. Lihat pula dalam Ahmad Sabri, Strategi Belajar, h. 56. Begitu juga lihat dalam Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan, h. 108.
[25]Ramayulis, Metodologi Pengajaran, h. 140.
[26]Departemen Agama RI, Metodologi Pendidikan, h. 107.
[27]Ibid, h. 141-142.
Posting Lebih Baru Posting Lama
Designed by : Abdul Helim 2012. Picture : Storman.
Template: Josh Peterson. Powered by : Blogger. Silakan Baca Kebijakan Kami di : Privacy Policy.