Select a Language

Search On Blog

Bacaan Ma’asyiral Menjelang Khutbah Jum’at

Bacaan Ma’asyiral Menjelang Khutbah Jum’at. Seperti pada artikel sebelumnya tentang Bacaan Shalawat sebelum Khatib Naik Mimbar telah dijelaskan bahwa ketika bilal selesai membaca shalawat tersebut, khatib pun kemudian naik ke mimbar selanjutnya mengucapkan salam dan kemudian duduk. Setelah itu, baru kemudian bilal membaca ma’asyiral ini.

Sebagaimana diketahui dan seperti yang diuraikan pada artikel sebelumnya, ada perbedaan di antara umat Islam, namun yang diharapkan bahwa perbedaan tersebut dapat membawa dan mendatangkan rahmat. Itulah dinamika Islam yang perlu kita sadari, sehingga kita tidak membesar-besarkan perbedaan tersebut, namun perbedaan praktik ini menjadi khazanah dan dinamisnya Islam.

Adapun bacaan ma’asyiral yang dimaksud adalah


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ وَرَدَ عَنِ النَّبِى صلى الله عليه وسلم اَنَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدُ 
اْلأَ يَّامِ وَعِيْدُ الْمُسْلِمِيْنَ ، وَ عَنِ السَّلَفِ الصَّالِحِ أَنَّ الْخُطْبَةَ فِيْهَا مَكَانَ الرَّكْعَتَيْنِ، فَاِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ الْمِنْبَرَ وَشَرَعَ فىِ الْخُطْبَةِ، فَلاَ يَتَكَلَّمَنَّ اَحَدُكُمْ فَقَدْ وَرَدَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قاَلَ اِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ اَنْصِـتْ وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ 
وَ فِى حَدِ يْثٍ أخَرَ وَمَنْ لَغَى فَلاَ جُمْعَةَ لَهُ ( اَنْصِتُوْا وَاسْتَمِعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ

Kalimat "anshitu wastami'u wa athi'u rahimakumullah" dibaca 3x

Setelah selesai membaca ma’asyiral ini, barulah khatib memulai menyampaikan khutbahnya. Yang perlu diperhatikan para khatib, hendaknya khutbah yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan akhirat (amalan dan ibadah), tetapi hendak pula membicarakan masalah-masalah kehidupan dunia (muamalah). Oleh karena itu, khatib mestinya dapat membuka wawasan yang luas baik tentang teori-teori ilmu pengetahuan atau pun berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi yang kemudian dikaitkan dengan agama.

Apabila hal ini dapat dilakukan, maka inilah yang dikehendaki bahwa khatib dapat menjadi inspirator perubahan masyarakat untuk menuju hal yang lebih baik, baik menuju kebaikan berkaitan dengan akhirat, atau pun menuju kebaikan yang berkaitan dengan kehidupan dunia.

Bahasa yang digunakan pun mestinya menggunakan bahasa yang lugas dan jelas serta santun, bukan menjelek-jelekkan masyarakat yang lain dan bukan pula berisi provokasi dan tidak pula menyampaikan ajaran agama secara tekstual.

Durasi khutbah yang baik, tidak melebihi dari 20 menit atau bahkan kurang dari 20 menit, sebab, durasi khutbah ini sama dengan durasi dua rakat orang shalat. Kenapa hal ini perlu diperhatikan, itu karena pada waktu khatib menyampaikan khutbah, para jama’ah dilarang untuk berbicara atau melakukan perbuatan yang sia-sia, sehingga para jama’ah pun mesti diam dan mendengarkan khutbah. Ketika mendengarkan khutbah, maka apabila khutbah tersebut disampaikan dengan durasi yang lama, mungkin dapat menimbulkan rasa jenuh dari para jama’ah yang akhirnya bisa membuat para jama’ah tertidur atau tidak ingin mendengarkan lagi isi khutbah yang disampaikan.

Sebaik-baiknya isi khutbah, namun apabila tidak memperhatikan seperti yang diuraikan di atas, maka khutbah yang disampaikan pun tidak masuk ke dalam pikiran para jama’ah. Oleh karena itu, di sinilah diharapkan agar khatib tidak merasa ego terdapat persoalan ini.

Kendati demikian, apa yang diuraikan dalam artikel ini tidak mengeneralkan bahwa semua jama’ah memiliki pendirian dan perasaan seperti yang digambarkan dan banyak sekali juga para jama’ah merasa senang mendengarkan khutbah yang panjang lebar.

Kini, kita kembalikan saja kepada khatib sendiri dan dengan pengalamannya memberikan khutbah selama ini, tentunya ia bisa membaca masyarakat yang ia hadapi, sehingga ia pun bisa memperhitungkan tentang durasi khutbahnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul Bacaan Ma’asyiral Menjelang Khutbah Jum’at. Sahabat dapat menemukan artikel di atas dengan URL http://www.abdulhelim.com/2012/08/Bacaan-Maasyiral-Menjelang-Khutbah-Jumat.html. Silahkan kutip artikel Bacaan Ma’asyiral Menjelang Khutbah Jum’at jika dipandang menarik dan bermanfaat, tetapi tolong mencantumkan link Bacaan Ma’asyiral Menjelang Khutbah Jum’at sebagai Sumbernya.

Ditulis Oleh : Abdul Helim, S.Ag, M.Ag

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Abdul Helim berharap anda dapat memberikan komentar, namun tolong agar menggunakan bahasa yang etis. terima kasih

Posting Lebih Baru Posting Lama
Designed by : Abdul Helim 2012. Picture : Storman.
Template: Josh Peterson. Powered by : Blogger. Silakan Baca Kebijakan Kami di : Privacy Policy.